Thursday, January 3, 2019

Review Tenda Dhaulagiri 845

Oke sobat, saya akan mulai menambah khazanah pe-review-an, terutama macam2 alat yang gue kumpulin pelan2 satu demi satu dalam memenuhi hobi gue yang gak keitung, mulai dari tenda yang gue pakek sendiri pada saat naik gunung. Sebenernya rada ogah sih nulis2 demikian, tetapi karena gue sendiri nyari2 review beberapa benda agak susah (termasuk si tenda ini), ya sudah deh gue luangin waktu.

Awalnya beli tenda ini karena hobi naik gunung dah mulai meracuni hidup gue. Sekarang, kl libur gak naik gunung, rasanya seperti beol gak cebok, macam omelan enyak gue. Kembali ke tenda. Silakan lihat gambarnya dan data teknis di situs resminya. 

Kl menurut gue, enteng banget bro. Kl mau dipakek buat camping di higher ground (konteksnya gunung2 di Jateng yang pernah gue daki), cocok banget. Emang harga di atas rata2 lah untuk tenda dengan kapasitas demikian. Tp keentengannya gak ternilai. 

Alasan pertama adalah itu, untuk naik ke ketinggian di atas 3000 mdpl jelas membutuhkan tenaga besar. Gue yakin deh 85% dari pendaki amatiran ogah bayar porter, termasuk gue juga. Hanya yang kaya yang mau mahal2 bayar porter. Beratnya yang maksimal 2,7 kg sudah termasuk pasak alloy tambahan dan footprint, apalagi dipecah2 untuk dibawa 3 orang secara terpisah, sdh membantu banget mengirit tenaga.

Alasan kedua, kl dipakek di atas, bahannya yang tidak menggunakan mesh, tp polyester sejenis yang menjadi bahan covernya, membuat tenda lebih hangat. 

Untuk kapasitas, memang ditulis 4-5, tapi dari pengalaman gue untuk ukuran segede2 gue (170cm, 75 kg), 4 orang itu sudah super maksimal banget. Kl perlu 2 orang diciutin dikit, itu sudah cukup. Tas hanya sebatas di luar pintu. Mungkin beda kl orangnya sebangsa 150-165cm dengan ukuran tubuh normal, mungkin 5 orang bisa masuk. Kl anak TK mungkin 6-8 anak bisa masuk. Sebenernya 6-7 orang juga bisa aja sih kl cuma masuk, tp duduk, enggak rebahan. 

Kondensasi bagus, gak nempel sama bagian dalam tenda, jd amanlah gak bocor. Sayangnya (atau malah untungnya) belum pernah ketemu hujan di atas jadi belum bisa komen bagaimana si tenda ini menangani hujan. 

Begitulah saudara, secuil pengalaman saya tentang tenda Dhaulagiri 845.

Semoga bermanfaat.